Jum'at, 13/08/2021 21:39 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Bulan Agustus 2021 diprediksi bakal terjadi inflasi yang diperkirakan sebesar 0,04 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).
Perkiraan tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga oleh Bank Indonesia (BI) hingga pekan kedua Agustus 2021.
“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Agustus 2021 secara tahun kalender sebesar 0,85 persen [year-to-date/ytd], dan secara tahunan sebesar 1,60 persen [year-on-year/yoy],” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta, Jumat (13/8/2021).
Penyumbang utama inflasi Agustus 2021 sampai dengan pekan kedua yaitu komoditas minyak goreng, telur ayam ras, dan tomat, masing-masing sebesar 0,02 persen (mtm).
Rupiah Melemah, BI Tingkatkan Intensitas Intervensi Pasar Modal
Hari Ini, Harga Cabai Rawit Tembus Rp92.250 per Kilogram
Inflasi Bulan Mei 2026 Capai 0,28 Persen
Di samping itu, komoditas penyumbang inflasi lainnya adalah bawang merah dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).
Sementara, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain cabai rawit sebesar -0,04 persen (mtm) dan cabai merah sebesar -0,02 persen (mtm).
Komoditas daging ayam ras, kangkung, bayam, sawi hijau, kacang panjang, jeruk, emas perhiasan dan angkutan antarkota pun mencatatkan deflasi, masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm).
Erwin menyampaikan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
BI juga akan memperkuat langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.
Keyword : Bank Indonesia Inflasi Agustus Sistem Keuangan