Kamis, 12/08/2021 19:59 WIB
Singapura, Jurnas.com - Kedutaan Besar (Kedubes) Israel di Singapura mendesak orang-orang untuk tidak membagikan unggahan yang membandingkan kampanye vaksinasi dengan Holocaust.
"Kedubes Israel di Singapura mengutuk keras unggahan baru-baru ini yang beredar di media sosial yang menyamakan kampanye vaksinasi dan isu terkait vaksin lainnya dengan Holocaust," katanya dalam unggahan Facebook, Kamis (12/8).
Ini terjadi setelah Bradley Bowyer, mantan anggota Progress Singapore Party (PSP) dan kandidat dalam Pemilihan Umum 2020, mengunggah foto pada Selasa yang merujuk pada Holocaust dan Nazi Jerman sambil mengkritik program vaksinasi dan vaksin Singapura.
Unggahan Bowyer menimbulkan kontroversi di media sosial dan dia kemudian mengundurkan diri dari PSP.
AirNav-CAAS Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara
Guru Daycare Tusuk Kepala Anak Berkebutuhan Khusus, Korban Trauma
Mulai 2027, Singapura Hadirkan Terminal Privat di Bandara Changi
"Holocaust adalah genosida yang dilakukan oleh rezim Nazi untuk membantai 6 juta orang Yahudi yang tidak bersalah dan membandingkan manfaat kesehatan yang jelas dari vaksinasi yang telah menguntungkan miliaran orang di seluruh dunia tidak hanya dalam rasa tidak enak, tetapi juga Distorsi Holocaust dengan meremehkan kengerian Holocaust," ujar Kedubes Israel.
"Kami mendesak orang lain untuk berpikir dua kali sebelum membagikan ulang konten seperti itu - Tidak ada yang setara dengan tragedi yang terjadi selama Holocaust," sambungnya. (CNA)
Keyword : Kampanye VaksinasiSingapuraHolocaust