Pembangunan Tanpa Rasa Aman, Tak Ada Arti
Selasa, 15/11/2016 14:08 WIB
Jakarta - Pembangunan yang gencar dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi tidak akan memberi manfaat, jika rasa aman masyarakat terus terusik oleh pihak-pihak yang intoleran.
Anggota Komisi I DPR bidang pertahanan dan keamanan,
Syaiful Bahri Anshori, rasa aman dan nyaman masyarakat dalam menjalankan ibadah dan segala aktifitas sebagai tujuan utama bernegara sebagaimana diatur dalam UUD 45.
"Tidak punya arti apa-apa pembangunan ini kalau rasa aman masyarakat terusik," kata Syaiful, ketika dihubungi, Jakarta, Selasa (15/11).
Hal itu menanggapi teror bom di Gereja Oikoumene
Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11). Teror bom tersebut menelan korban satu orang Balita dan sejumlah anak-anak mengalami luka bakar.
Untuk itu, Ia berharap agar semua tokoh-tokoh agama terus mendampingi umatnya memberikan informasi, tentang arti pentingnya rasa aman dan terus menjaga persatuan.
"Kepada aparat keamanan agar terus mengupayakan
agar rasa aman masyarakat harus menjadi prioritas kerja semua aparat keamanan," tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Dalam kesempatan itu, Ia menyesalkan dan mengutuk keras terhadap oknum yang mengebom gereja tersebut.
"Saya turut berduka cita atas korban dari pristiwa tersebut, saya berharap agar keluarga yang ditinggalkan tabah dan sabar," sesalnya.
TERKINI
Ini Lima Negara Asia yang Paling Sering Lolos ke Piala Dunia
Keadilan Sosial di Alquran dan Pancasila dari Kebebasan hingga Kesejahtraan
Daftar 8 Negara Asia yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Inggris Bakal Kirim Drone Pemburu Ranjau ke Selat Hormuz