Trump Terpilih, Yahudi dan Muslim Amerika Satukan Barisan

Selasa, 15/11/2016 10:02 WIB

Amerika Serikat - Kurang dari seminggu setelah pemilihan umum (pemilu) Amerika Serikat, organisasi Yahudi dan Islam di AS memproklamirkan sebuah persekutuan, pada Senin (14/11). Aliansi ini dibentuk setelah muncul ketidakpastian akan hak-hak minoritas pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS selama empat tahun ke depan.

Komite Yahudi Amerika (The American Jewish Committee) dan Perhimpunan Islam Amerika Utara (The Islamic Society of North America) menggalang kerja sama baru yang bertujuan untuk melindungi muslim dan umat Yahudi di Amerika. Hasil kerja sama ini menghasilkan sebuah kelompok yang diberi nama Dewan Penasihat Islam-Yahudi.

“Kami ingin bergandengan dalam bidang bisnis, politik, dan pemimpin yang religius bagi pemeluk Yahudi dan Islam, untuk menangani dan mengadvokasi berbagai isu yang menjadi perhatian bersama,” tulis American Jewish Committee (AJC) dalam siaran presnya sebagaimana dikutip Haaretz.

AJC menjelaskan bahwa kelompok ini selanjutnya diharapkan mampu mengatasi fanatisme anti-Muslim dan anti-Semitisme (suatu sikap permusuhan terhadap kaum Yahudi dalam bentuk-bentuk penganiayaan), serta memperluas hak-hak minoritas keagamaan di negeri Paman Sam tersebut.

 

TERKINI
City Ajukan Rp2,8 Triliun ke Forest untuk Elliot Anderson Mendikdasmen: 43 Juta dari 53 Juta Murid Telah Menerima MBG Tuchel Diminta Bawa Kembali Southgate ke Timnas Inggris PM India Bakal Angkat Isu Selat Hormuz di KTT G7 Prancis