Ada Kejanggalan Pada Aksi Bom Samarinda

Senin, 14/11/2016 20:40 WIB

Jakarta - Anggota komisi III DPR fraksi PKS Abubakar Alhabsyi mengatakan terdapat kejanggalan pada aksi peledakan bom di gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu kemarin (14/11/2016). Pasalnya, pelaku bom mengenakan pakaian bertuliskan kalimat jihad yang berasosiasi pada kelompok teroris tertentu.

Biasanya, kata dia, pelaku teror sedapat mungkin menghilangkan jejak agar latar belakang dirinya tidak teridentifikasi.

"Tersangka pelaku pengeboman menggunakan kaos yang sangat mencolok bertuliskan Jihad Way of Life, sepertinya kurang masuk akal. Karena pelaku teror pada umumnya tidak menggunakan atribut yang mencolok agar tidak dicurigai dan tidak mudah untuk diidentifikasi," ujar Abubakar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/11/2016).

Menilai tidak biasa, Abubakar curiga ada tujuan tertentu dibalik aksi kekerasan tersebut. Kendati demikian, ia mengku tidak ingin berspekulasi dengan harapan polisi segera dapat mengungkap motifnya.

"Saya tidak paham apa motivasinya, bisa jadi ini sebagai bagian dari provokasi dan framming terhadap islam," ungkapnya.

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya