Rabu, 04/08/2021 10:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengumumkan bahwa 80 persen penduduk Jalur Gaza yang terkepung menderita kekurangan listrik yang parah.
“80 persen penduduk Gaza menjalani sebagian besar hidup mereka dalam kegelapan, dengan hanya 10-12 jam listrik per hari,” kata ICRC dalam sebuah penelitian baru-baru ini, memperingatkan bahwa masalah tersebut telah menjadi “ekstra bermasalah selama puncak musim panas, dilansir Middleeast, Rabu (04/08).
Laporan itu menambahkan bahwa pemadaman listrik menimbulkan ancaman bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari bagi warga Gaza, dengan mayoritas penduduk tidak dapat mendinginkan makanan dan pabrik pengolahan air limbah tidak dapat beroperasi.
“Sementara beberapa orang mampu membeli pasokan listrik tambahan melalui generator, setidaknya 500.000 orang tidak mampu membeli listrik tambahan, sehingga mereka terpaksa menghabiskan sebagian besar hari mereka tanpa listrik,” kata ICRC.
Serangan Israel di Gaza Tewaskan Lima Warga Palestina Termasuk Dua Anak
Korban Agresi Israel ke Palestina Terus Bertambah, Tembus 73.651 Orang
PBB Kecam Pembunuhan Dua Warga Palestina, Desak Israel Usut Pelaku
Gaza telah mengalami krisis energi yang parah karena pengepungan berkelanjutan Israel yang membatasi pasokan dan masuknya bahan bakar yang dibutuhkan untuk menyalakan satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza.
Akibatnya, pabrik hanya menghasilkan 50 persen dari permintaan Jalur. Gaza juga menerima 120 megawatt listrik dari Israel dan 30 lebih dari Mesir.
Keyword : Penduduk Gaza Kekurangan Listrik Warga Palestina