Belum Dilantik, Trump Tetapkan Kepala Staf Presiden

Senin, 14/11/2016 07:53 WIB

New York - Donald Trump yang sudah  dipastikan akan menjadi Presiden Amerika Serikat menggantikan Barack Obama, telah mempersiapkan tim-tim strategis yang dicomot dari pendukungnya di Partai Republik.

Trump menetapkan Reince Priebus dari Ketua Komite Nasional Partai Republik menjadi Kepala Staf Kepresidenannya. Karena dianggap Priebus bisa melakukan pendekatan dengan banyak tokoh papan atas, dan dia cukup  populer di  Partai Republik yang terpecah saat berikan dukungan ke Trump.

Tidak hanya itu saja, Priebus juga salah satu tokoh yang dengan Ketua Legislatif, Paul Ryan yang sempat menarik dukungan untuk Trump. Sehingga, posisi Priebus memang penting untuk mendapat dukungan dari Kongres Amerika Serikat.

Tugas yang akan dijalani Priebus, membantu pengelola isu-isu strategis, memantau informasi, menata komunikasi politik dan tugas administratif lainnya. Bahkan dialah yang akan menjadi gerbang bagi siapapun yang ingin menemui Trump.

Tidak hanya Priebus, Trump juga mengangkat ketua kampanye Stephen Bannon sebagai kepala strategi dan penasihat senior presiden. Bannon merupakan mantan kepala kantor berita konservatif, Breitbart. "Saya senang memiliki tim yang sangat sukses untuk membantu saya memimpin negara," bunyi Trump dalam pernyataannya.

"Steve dan Reince adalah pemimpin yang berkualitas yang bekerja sama dengan baik pada masa kampanye kami dan membawa kami ke sebuah kemenangan bersejarah. Sekarang saya akan memiliki mereka berdua di Gedung Putih," kata Trump dilansir Reuters.

TERKINI
71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung Mendes Yandri Ajak Setiap Ormas Punya Desa Binaan Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui