Sabtu, 17/07/2021 08:31 WIB
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden mengatakan, platform media sosial seperti Facebook "membunuh orang". Demikian disampaikan setelah Gedung Putih mengkritik perusahaan tersebut karena membiarkan informasi yang salah tentang vaksin COVID-19 diunggah di platformnya.
"Mereka membunuh orang. Lihat, satu-satunya pandemi yang kita miliki adalah di antara yang tidak divaksinasi. Dan mereka membunuh orang," kata Biden kepada wartawan ketika ditanya tentang informasi yang salah dan apa pesannya ke platform media sosial seperti Facebook.
Sekretaris pers Gedung Putih, Jen Psaki sebelumnya pada Jumat juga mengkritik perusahaan tersebut.
"Jelas ada langkah-langkah yang telah mereka ambil. Mereka adalah perusahaan sektor swasta. Ada langkah-langkah tambahan yang bisa mereka ambil. Jelas ada lebih banyak yang bisa diambil," katanya pada briefing Gedung Putih.
Pezeshkian Sebut Iran Ingin Damai, tapi Sulit Percaya AS
Trump Tolak Tawaran Gencatan Senjata Iran, Serangan Baru Bisa Berlanjut
Iran Peringatkan Perang dengan AS Bisa Meluas hingga Samudra Hindia
Facebook menolak kritik Biden, mengatakan upayanya untuk mengeluarkan fakta sebenarnya menyelamatkan nyawa.
"Kami tidak akan terganggu oleh tuduhan yang tidak didukung oleh fakta," kata Facebook tentang cemoohan Biden.
Lebih dari dua miliar orang telah melihat informasi resmi tentang COVID-19 dan vaksin di Facebook, yang lebih banyak daripada tempat lain mana pun di internet, menurut jejaring sosial terkemuka. (Reuters)