Campursari, Kisah Persahabatan Ndarboy Genk Lewat Film Cidro Asmoro

Selasa, 29/09/2026 09:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com- Bagi Daru Jaya, sosok di balik Ndarboy Genk, campursari bukan sekadar musik yang ia bawakan. Musik tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan hidup, persahabatan, dan perjalanan Ndarboy Genk hingga hari ini. Kedekatan itu pula yang dibawa ke dalam Cidro Asmoro, film drama komedi musikal yang akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

Dalam Cidro Asmoro, Ndarboy Genk tengah mempersiapkan penampilan anniversary mereka. Namun di tengah persiapan tersebut, perbedaan pilihan dan pendapat mulai menguji kekompakan yang selama ini terbangun. Situasi berubah ketika hadir Prita, seorang karyawan kafe yang mendadak viral setelah video dirinya bernyanyi dan berjoget tersebar di media sosial. Popularitas yang datang secara tiba-tiba membuka kesempatan baru bagi Prita sekaligus membawa dinamika baru dalam perjalanan Ndarboy Genk.

Bagi Daru, kedekatan cerita tersebut dengan perjalanan mereka membuat campursari dalam Cidro Asmoro memiliki makna lebih dari sekadar elemen musikal.

“Campursari buat saya bukan cuma musik, tapi bagian dari perjalanan hidup dan pertemanan kami di Ndarboy Genk. Di Cidro Asmoro, rasa itu yang ingin kami bawa. Ada mimpi, ada persahabatan, ada perbedaan, dan ada pilihan-pilihan yang kadang menguji orang-orang yang tumbuh bersama kita. Jadi meskipun ceritanya ringan dan menghibur, ada bagian yang rasanya dekat banget dengan perjalanan kami sendiri,” ujar Daru Jaya, sosok di balik Ndarboy Genk.

Kedekatan tersebut menjadi salah satu fondasi kreatif Cidro Asmoro. Campursari tidak ditempatkan hanya sebagai musik pengiring, tetapi menjadi bagian dari identitas karakter dan cerita yang mempertemukan persahabatan, ambisi, romansa, serta kehidupan di era media sosial.
Aji dari Adglow Pictures mengatakan dunia yang telah terbangun di sekitar Ndarboy Genk memberikan ruang untuk menghadirkan cerita yang terasa dekat dan autentik.

“Tantangan paling menarik dalam membuat Cidro Asmoro adalah menyatukan musik, komedi, drama, dan warna Jawa agar semuanya menjadi bagian utuh dari cerita, bukan sekadar tempelan. Kami ingin identitas Jawa tetap terasa kuat, tetapi dikemas dengan cara yang relevan dan bisa dinikmati penonton yang lebih luas, termasuk generasi muda. Harapannya, penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga membawa pulang rasa dan warna Jawa yang menjadi identitas Cidro Asmoro,” ujar Aji Fauzi dari Adglow Pictures.

Melalui perpaduan tersebut, Aji juga mengajak penonton untuk tidak hanya menikmati musik yang menjadi bagian dari film, tetapi turut merasakan keseluruhan cerita yang ditawarkan. “Jangan cuma dengar lagunya. Datang ke bioskop, rasakan ceritanya, nikmati komedinya. Cidro Asmoro, wajib ditonton!” Aji menambahkan.

Perpaduan antara dunia yang dekat dengan Ndarboy Genk dan cerita fiksi menjadi salah satu elemen yang dibawa Cidro Asmoro ke layar lebar. Selain musik dan persahabatan, film ini juga menangkap fenomena yang dekat dengan kehidupan hari ini: bagaimana satu momen di media sosial dapat mengubah kehidupan seseorang dalam waktu singkat.

Perjalanan Prita dari seorang karyawan kafe menjadi sosok yang dikenal publik menjadi pintu masuk untuk melihat sisi lain popularitas. Mulai dari kesempatan yang datang, perubahan hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, hingga berbagai pilihan yang harus dihadapi ketika kehidupan berubah begitu cepat.

Bagi Kreator Visual Indonesia (KVI), tantangannya adalah menerjemahkan dunia tersebut ke dalam pengalaman layar lebar tanpa kehilangan kedekatan budaya dan keseharian yang menjadi identitas ceritanya.

“Tantangan menarik dalam Cidro Asmoro adalah bagaimana membawa dunia yang sudah sangat dekat dengan Ndarboy Genk dan musik campursari ke layar lebar tanpa kehilangan rasa autentiknya. Kami ingin penonton tetap merasakan kedekatan dengan budaya dan keseharian yang mereka kenal, tetapi dalam pengalaman cerita yang lebih utuh secara visual dan sinematik,” ujar Vicky dari Kreator Visual Indonesia.

Pada akhirnya, Cidro Asmoro membawa penonton mengikuti perjalanan tentang orang-orang yang tumbuh bersama dan mengejar mimpi bersama, tetapi kemudian harus menghadapi perubahan ketika kesempatan, ambisi, dan popularitas mulai hadir di antara mereka.

Dengan campursari sebagai salah satu identitas utamanya, Cidro Asmoro mempertemukan musik dan budaya lokal dengan cerita tentang persahabatan, romansa, mimpi, serta realitas kehidupan di era media sosial.

Cidro Asmoro merupakan film drama komedi musikal produksi VISION+, Adglow Pictures, Hompimpa Sinema, dan Kreator Visual Indonesia. Disutradarai oleh Senoaji Julius, film berdurasi 106 menit ini dibintangi oleh Daru Jaya (Ndarboy Genk), Happy Asmara, Jodilee Warwick, Erick Estrada, Andra Bagindas, serta sejumlah pemain lainnya. Cidro Asmoro akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.


TERKINI
Arab Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya di Najran Lagi, Tak Jelaskan Ancaman Campursari, Kisah Persahabatan Ndarboy Genk Lewat Film Cidro Asmoro Ciri-Ciri Wanita Penghuni Surga dalam Islam Berhijab Tapi Leher Masih Terlihat, Apa Hukumnya dalam Islam?