Kamis, 15/07/2021 17:17 WIB
Cape Town, Jurnas.com - Pemerintah Afrika Selatan berencana mengerahkan 25.000 tentara, setelah aski penjarahan dan kekerasan selama beberapa hari terakhir makin meluas.
Sekitar 72 orang tewas dan lebih dari 1.700 lainnya ditangkap sejak pemenjaraan mantan presiden Jacob Zuma, kondisi yang memicu kerusuhan terburuk di negara itu selama bertahun-tahun.
Dikutip dari BBC pada Kamis (15/7), ratusan toko dan bisnis telah dijarah dan pemerintah mengatakan mereka bertindak untuk mencegah kekurangan makanan.
Warga mempersenjatai diri dan membentuk kelompok main hakim sendiri, untuk melindungi properti mereka dari amukan massa.
Legislator PDIP: Kasus Herawati Ujian Perdana Tegaknya UU PPRT
Rieke Diah Kritik Komnas Perempuan soal Dasar Hukum Kasus Taufik Hidayat
Lestari Moerdijat: Bangun Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan
Sekitar 208 insiden penjarahan dan perusakan tercatat pada Rabu (14/7), menurut keterangan pemerintah, dengan jumlah tentara yang dikerahkan dua kali lipat menjadi 5.000.
Namun Menteri Pertahanan Nosiviwe Mapisa-Nqakula memastikan telah mengajukan permintaan untuk pengerahan 25.000 tentara, ke dua provinsi yang dilanda kekerasan yakni KwaZulu-Natal di mana Durban berada, dan Gauteng yang mencakup Johannesburg.