Biden Tegaskan Komitmen Kuat ke Israel

Selasa, 29/06/2021 10:09 WIB

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan komitmennya terhadap Israel, dalam pertemuan dengan Presiden Israel Reuven Rivlin pada Senin (28/6) kemarin. Biden juga berharap segera bertemu dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett.

Salah satu bentuk komitmen AS, lanjut Biden, bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir selama masa jabatannya.

"Komitmen saya kepada Israel sangat kuat," tegas Biden kepada Rivlin dikutip dari Reuters pada Selasa (29/6).

"Apa yang bisa saya katakan kepada Anda adalah bahwa Iran tidak akan pernah mendapatkan senjata nuklir di tangan saya," sambung Biden.

Pertemuan itu berlangsung hanya beberapa minggu setelah Bennett mengambil alih sebagai perdana menteri baru Israel, menggantikan Benjamin Netanyahu.

Para pejabat AS sedang bekerja untuk mengatur pertemuan antara Biden dan Bennett dalam beberapa minggu mendatang.

"Dia akan mengundang perdana menteri Israel dalam beberapa hari ke depan untuk menemukan cara untuk maju dan bertukar pikiran," kata Rivlin tentang Biden setelah pertemuan mereka.

Pertemuan itu terjadi di tengah kekhawatiran Israel dan sejumlah negara Arab tentang upaya AS untuk memasuki kembali kesepakatan nuklir Iran. Pasalnya jika perjanjian itu dimulai kembali, maka Teheran berpeluang memperoleh senjata atom yang akan membuat mereka rentan terhadap intimidasi atau ancaman militer Iran.

Sebuah sumber yang mengetahui pertemuan Biden-Rivlin mengatakan Biden memberi tahu Rivlin bahwa Amerika Serikat dan Israel memiliki tujuan yang sama, bahwa Iran tidak diizinkan untuk mengembangkan senjata nuklir, dan bahwa Biden akan menekankan dukungan AS untuk hak Israel untuk membela diri.

Kedua pemimpin juga diperkirakan akan membahas perang 11 hari Israel dengan Gaza. Amerika Serikat telah berjanji untuk memasok kembali sistem pertahanan Iron Dome Israel, yang banyak digunakan selama konflik Gaza.

Rivlin akan meninggalkan kantor pada 7 Juli setelah masa jabatan tujuh tahun, dengan Ketua Badan Yahudi Isaac Herzog mengambil alih sebagai presiden Israel.

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya