Rabu, 16/06/2021 15:00 WIB
Beijing, Jurnas.com - Sekitar 28 pesawat militer China yang terdiri dari pesawat tempur dan pembom nuklir, terbang ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan pada Selasa (15/6), serangan terbesar yang pernah dilaporkan sejauh ini.
Dikutip dari Reuters pada Rabu (16/6), insiden itu terjadi dua hari setelah para pemimpin NATO memperingatkan tentang tantangan militer yang ditimbulkan oleh China.
Sementara Taiwan yang memandang dirinya sebagai negara berdaulat, Beijing bersikukuh menyebut pulau itu sebagai provinsi yang memisahkan diri.
Menurut Taipei, pesawat militer China termasuk 14 J-16, enam pesawat tempur J-11, empat pembom H-6 berkemampuan nuklir serta anti-kapal selam, pesawat perang elektronik dan peringatan dini.
China dan Filipina Berebut Pulau Kosong di Laut China Selatan
China Tolak Sanksi AS atas Lima Importir Minyak dari Iran
China Kecam Rencana AS Larang Laboratorium Uji Perangkat Elektronik
Zona identifikasi pertahanan udara adalah suatu wilayah di luar negara dan wilayah udara nasional, di mana pesawat udara asing masih dapat diidentifikasi, dipantau, dan dikendalikan untuk kepentingan keamanan nasional.
Pesawat China terbang dekat dengan Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan, serta di sekitar bagian selatan Taiwan sendiri.
China selama beberapa bulan terakhir secara teratur melakukan penerbangan di atas perairan antara bagian selatan Taiwan dan Kepulauan Pratas.
Pada 24 Januari lalu, misi serupa menerbangkan 15 pesawat memasuki zona pertahanan udara Taiwan. Sementara pada 12 April, Taiwan melaporkan keberadaan 25 jet China.
Keyword : China Pesawat Tempur Taiwan Serangan Militer