Jum'at, 04/06/2021 21:36 WIB
Kathamandu, Jurnas.com - Nepal melaporkan kematian pertamanya akibat mucormycosis atau "jamur hitam", infeksi yang sangat mematikan yang mempengaruhi ribuan pasien COVID-19 di negara tetangga India.
Juru bicara kementerian kesehatan Krishna, Prasad Poudel mengatakan kepada AFP bahwa sekarang ada setidaknya sepuluh kasus di Nepal, yang seperti India telah dilanda lonjakan besar COVID-19.
Pria berusia 65 tahun yang meninggal itu dirawat di unit perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Nepal barat setelah didiagnosis menderita ensefalitis lobus temporal.
"Dia meninggal pada 3 Juni 2021... setelah tes usap hidung menunjukkan hifa jamur dan tes biopsi hidung dan bibir menunjukkan lendir," kata pernyataan Rumah Sakit Provinsi Seti, Kamis.
Turkish Airlines Kebakaran saat Mendarat di Sri Lanka
Ratusan Demonstran Tuntut Pembebasan Mantan PM Nepal
Gas LPG Mulai Langka, Pemerintah Nepal Berlakukan Pembatasan
Meski begitu, pria tersebut dinyatakan negatif COVID-19.
Mucormycosis sebelumnya sangat jarang, namun sangat agresif. Para ahli bedah bahkan terkadang harus mengangkat mata, hidung, dan rahang pasien untuk menghentikan penyebarannya ke otak.
Disebutkan bahwa angka kematian infeksi ini hingga mencapai lebih dari 50 persen.
Ribuan orang di India telah terkena jamur dalam beberapa pekan terakhir dalam gelombang infeksi yang disebabkan oleh penggunaan steroid yang berlebihan untuk merawat jutaan pasien COVID-19 di negara itu.
Nepal mulai mencatat peningkatan tajam dalam kasus COVID-19 pada awal April yang memuncak pada pertengahan Mei dengan lebih dari 9.000 infeksi sehari. Kenaikan hariansedikit menurun tetapi sistem perawatan kesehatan tetap di bawah tekanan.
Lebih dari 7.000 orang telah meninggal sejak pandemi dimulai.
Perdana Menteri Nepal, KP Sharma Oli telah mengimbau masyarakat internasional untuk memasok vaksin untuk membantu memerangi pandemi. (AFP)
Keyword : NepalJamur HitamKasus COVID-19