Selasa, 01/06/2021 02:06 WIB
New York, Jurnas.com - Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyebut Iran gagal menjelaskan jejak uranium olahan di beberapa situs, yang tidak diumumkan oleh Teheran.
Dikutip dari Reuters pada Selasa (1/6), pernyataan ini disampaikan IAEA dalam laporan triwulan, yang diperkirakan bakal memicu bentrokan diplomatik baru antara Iran dengan Barat.
Tiga bulan lalu Inggris, Prancis, dan Jerman membatalkan rencana AS untuk mengkritik Iran karena gagal menjelaskan sepenuhnya asal usul partikel uranium.
Diketahui bahwa ketiga negara itu mundur ketika kepala IAEA, Rafael Grossi mengumumkan pembicaraan baru dengan Teheran.
Serangan AS Hantam Puluhan Target Militer Iran Dekat Hormuz
Trump Terus Tebar Ancaman Jika Teheran Tolak Berunding
Kota-Kota Pesisir Dibombardir AS, Iran Beri Serangan Balasan
"Setelah berbulan-bulan, Iran belum memberikan penjelasan yang diperlukan untuk keberadaan partikel bahan nuklir di salah satu dari tiga lokasi di mana Badan telah melakukan akses tambahan (inspeksi)," demikian laporan yang dibacakan Grossi kepada negara-negara anggota.
Grossi berharap untuk melaporkan kemajuan pembicaraan dengan Iran, sebelum dewan bertemu lagi minggu depan.
Keyword : Iran Pengayaan Uranium Badan Atom Internasional