Rabu, 26/05/2021 15:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kelompok militan Palestina, Hamas menuduh Direktur Operasi UNRWA di Jalur Gaza, Matthias Schmale, membenarkan serangan Israel di wilayah pantai.
Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan terkejut dengan pernyataan Schmale ke Saluran 12 Israel tentang agresi baru-baru ini di Gaza.
"Pernyataan Schmale membenarkan penargetan warga sipil dan rumah mereka, dan berusaha mengecilkan ukuran kerugian," kata Hamas, yang kemudian menuduhnya memuji kemampuan tentara pendudukan dikutip Middleeast, Rabu (26/05).
Dalam wawancara dengan Channel 12, Schmale mengatakan serangan udara Israel di Gaza dilakukan dengan presisi tinggi.
Bersihkan Puing Rumah, Warga Palestina Tewas Diserang Drone Israel
Serangan Israel Tewaskan 18 Orang di Lebanon Selatan
RI Desak Penyelidikan Atas Gugurnya 2 Prajurit TNI di Lebanon
"Saya bukan ahli militer, tapi dari sudut pandang saya ada ketelitian tinggi dalam pemboman tentara Israel selama 11 hari terakhir," kata Schmale, menambahkan bahwa tentara Israel hanya menargetkan warga sipil dalam beberapa pengecualian.
Hamas meminta Schmale untuk tetap pada mandat kemanusiaannya sambil menyerukan UNRWA untuk secara resmi meminta maaf kepada rakyat Palestina dan untuk mengambil tindakan hukum dan administratif terhadapnya.
Setidaknya 284 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita, tewas di Tepi Barat dan Jalur Gaza oleh tentara Israel sejak April dengan latar belakang putusan pengadilan Israel untuk mengusir keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah di Timur yang diduduki. Yerusalem.
Tiga belas orang Israel juga tewas dalam tembakan roket Palestina dari Jalur Gaza. Pertempuran, yang paling sengit dalam beberapa tahun, terhenti pada hari Jumat di bawah gencatan senjata yang ditengahi Mesir.