Selasa, 11/05/2021 17:16 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) mengecam aksi militer Israel yang melakukan kekerasan ke warga Palestina di Masjid Al-Aqsa. Dia menilai Israel mengabaikan eksistensi Palestina dan melancarkan langkah menggusur warga Palestina dari tanah mereka.
"Berbagai upaya terus kita lakukan, protes keras, marah, rekomendasi-rekomendasi dan berbagai cara sudah ditempuh agar Israel menghentikan kekerasan atas Palestina. Tidak ada jalan keluar sampai hari ini, tidak ada langkah konkret dari semua negara atas kekerasan dan tindakan brutal ini," kata Gus AMI dalam keterangan tertulis, Selasa (11/5).
Disebutkan kondisi kekerasan ini semakin menyesakkan dada karena terjadi di malam-malam akhir Ramadhan, di tempat suci atau masjid utama ketiga umat Islam, Masjid Al-Aqsa. Padahal malam-malam akhir Ramadhan harusnya diisi dengan ibadah yang khusyuk, namun berubah menjadi tragedi yang dinilai melecehkan hak dasar manusia.
Gus AMI mengatakan peran diplomasi Indonesia yang strategis dalam konteks konflik Palestina-Israel yang perlu dikedepankan. Menurutnya, Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dan seharusnya dapat menjadi lokomotif penggerak komunitas muslim untuk memberikan posisi tekan kepada PBB dan Israel.
Dasco Respons Cepat Tuntutan Mahasiswa, Hubungi Bahlil dan Kepala BGN
DPR Desak Pemerintah Transparan soal Penyesuaian Harga BBM
Puluhan Perwakilan Mahasiswa Diterima DPR, Tritura Trisakti Jadi Sorotan
"Ini juga sejalan dengan tujuan berdirinya RI, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," ucapnya.
"Apa solusinya? Pemerintah dan negara-negara harus duduk bersama dan mengajak bicara Israel dan Palestina secara terbuka. Pengakuan terhadap Palestina, kondisi Israel yang masih terus tidak pernah menghentikan kekerasan menjadi materi utama penuntasan masalah. Duduk, bicara, dan cari solusi," lanjutnya.
Ia berharap jelang Idul Fitri kondisi akan membaik di Palestina dan PBB dapat berperan sebagai penengah yang adil, sehingga aksi kekerasan oleh Israel dapat berhenti. Sebagai sesama umat Islam, ia juga mengimbau seluruh muslim Tanah Air memanjatkan doa untuk saudara muslim di Palestina.