Rabu, 05/05/2021 13:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kuartal I 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 0,74% secara year on year (yoy). Sedangkan secara quartal per quartal (q to q) 0,96%.
Indonesia pun masih resesi, tapi Kepala BPS Suhariyanto menebar optimisme soal pertumbuhan ekonomi. Kuartal I ini menunjukkan perbaikan yang signifikan.
"Ini menunjukkan bahwa tanda-tanda perbaikan ekonomi semakin nyata," katanya di Jakarta, Rabu (5/5/2021).
Suhariyanto menjelaskan, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 masih minus 0,74% disebabkan perkembangan inflasi 1,37% secara year on year (yoy).
Carrick Puji Mentalitas Pemainnya Usai Menang Lawan Chelsea
Konsumsi Garam Berlebih Diduga Percepat Penurunan Daya Ingat pada Pria
Program Revitalisasi Kemendikdasmen Beri Dampak Nyata di Magelang
Adapun realisasi belanja negara APBN kuartal I-2021 mencapai 523,04 trilun yang naik cukup tinggi yang mana Rp452, triliun triliun pada tahun lalu.
"Dengan pergerakan berbagai indikator kuartal I 2021, sehingga kalau dibandingkan kuartal I 2020 ekonomi Indonesia kuartal I 2021 ini masih kontraksi 0,74%. Jadi secara yoy ekonomi Indonesia kuartal I terkontraksi 0,74% sementara secara qtq kontraksi 0,96%," katanya.
Sedangkan realisi penanaman modal mencapai Rp219,7 triliun secara quarter to quarter (antar kuartal) atau naik sebesar 2,3% dan naik 4,3% secara year on year.
Hal ini bisa menunjukkan pemulihan ekonomi untuk ke depan bisa nyata.
Keyword : BPS pertumbuhan ekonomi