Tolak Penghargaan, UEA Sesalkan Keputusan Filsuf Jerman

Selasa, 04/05/2021 07:01 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Filsuf Jerman Jurgen Habermas menolak penghargaan sastra oleh Uni Emirat Arab (UEA) atas masalah hak asasi manusia di negara Teluk tersebut.

Pihak pemberi penghargaan dari UEA menyesalkan keputusan Jurgen Habermas yang menolak hadiah tersebut. Pasalnya, penghargaan itu mewujudkan nilai-nilai toleransi, pengetahuan dan kreativitas sambil membangun jembatan antar budaya dan akan terus memenuhi misi ini.

"Institusi memberi Penghargaan Buku Sheikh Zayed menyesalkan keputusan Tuan Jurgen Habermas untuk mencabut penerimaannya atas penghargaan tersebut, namun harus tetap dihormati," bunyi pernyataan pihak penyelenggara dilansir Middleeast, Selasa (04/05).

Sebelumnya, Habermas menerima Penghargaan Buku Sheikh Zayed, salah satu hadiah paling bergengsi dan didanai di Dunia Arab, tetapi kemudian membatalkan keputusan tersebut setelah reaksi dari media Jerman.

"Saya mengumumkan bahwa saya akan menerima Penghargaan Buku Sheikh Zayed tahun ini. Itu adalah keputusan yang salah, yang saya perbaiki dengan ini," katanya.

"Saya tidak cukup menjelaskan kepada diri saya sendiri hubungan yang sangat dekat dari institusi, yang memberikan penghargaan ini di Abu Dhabi, dengan sistem politik yang ada di sana," tambahnya.

Habermas telah menerima penghargaan sebagai `Personalitas Budaya Tahun Ini` untuk tahun 2021.

 

TERKINI
Iran Ancam Denda dan Sita Kapal yang Langgar Aturan di Selat Hormuz Dua Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Gaza Chelsea Siapkan Camavinga sebagai Pengganti Enzo Fernandez Tak Masuk Skema Xabi Alonso, Nottingham Siapkan Tawaran untuk Delap