Rabu, 28/04/2021 16:44 WIB
Jakarta, Jurnas.com- Polda Metro Jaya memburu oknum-oknum yang meloloskan para Warga Negara Indonesia (WNI) dari India yang datang melalui bandara Soekarno-Hatta. Saat ini, terungkap satu lagi oknum berinisial GC yang tengah diburu.
"Satu tersangka terungkap lagi identitasnya berinisial GC yang punya peran besar untuk meloloskan penumpang yang baru datang ke Indonesia dari India," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (28/4/2021).
Lebih lanjut, Yusri menerangkan, GC merupakan pihak yang menetapkan tarif pelolosan WN senilai Rp 6,5 juta. Dari situ diketahui juga, GC mendapatkan imbalan yang cukup besar atas tarif yang ditetapkan.
"Jadi kalau pada umumnya ada beberapa tahap pengecekan ya mulai dari cek kesehatan, jika memang negatif langsung kan dibawa ke tempat karantina baik itu hotel atau wisma atlet. Nah perannya GC ini adalah yang mendata orang-orang yang ingin karantina, namun itu hanya data saja, sementara orangnya tidak ikut karantina dengan syarat sudah membayar Rp 6,5 juta dimana Rp 4 jutanya dia ambil setelah WN tersebut berhasil lolos," sambungnya.
Kasus Riset Palsu Prihantini dkk, Mendiktisaintek: Bukan Peneliti
Gerindra Senayan Apresiasi Diplomasi Pemerintah Pulangkan 9 Relawan WNI
Fase Keberangkatan Tuntas, InJourney Airports Layani 204 Ribu Calon Haji
Terkait dengan munculnya satu tersangka lagi, Yusri menegaskan masih melakukan pendalaman termasuk dengan profesinya dan seluk beluk mengapa yang bersangkutan memiliki kartu izin.
"Masih kami dalami semuanya, sebab modusnya ini juga sama dengan yang lain. Nanti akan kita informasikan perkembangannya lebih lanjut," pungkasnya.