Senin, 05/04/2021 22:11 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Dugaan keterlibatan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto dalam skandal korupsi Bantuan Sosial (Bansos) di Kementerian Sosial (Kemensos) yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memperburuk citra partainya di mata publik.
“Ini sekarang masih terperiksa, terperiksa saja sudah punya dampak,” kata peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus saat dikontak, Senin malam (5/4).
Yandri sudah menjalani pemeriksaan oleh tim dari KPK, pekan lalu. Dalam salinan dokumen, Yandri disebut-sebut menerima jatah pengadaan paket bahan pokok sebanyak empat kali dengan jumlah 100 ribu paket melalui PT Total Abadi Solusindo.
Lucius menegaskan, publik akan mudah mengaitkan Yandri dengan perkara kasus yang diduga merugikan negara triliunan rupiah tersebut.
Oman Investasi Pangan Rp4,1 Triliun, Ini Daftar Sektor Prioritasnya
Awalnya Diabaikan, Fosil Tengkorak Hancur Ini Kini Ubah Sejarah Dinosaurus
Pansus RUU HPI DPR Bahas Nasib Pekerja Migran
“Mudah bagi publik untuk mengkaitkan dugaan keterlibatan dia (Yandri) dalam kasus ini. Apalagi jika jadi ditetapkan tersangka, pasti akan berdampak untuk PAN. Apalagi PAN ini belum jelas posisinya sebagai oposisi atau koalisi,” terangnya.
Terlepas dari itu, Lucius meminta PAN memberikan kesempatan kepada KPK untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan Yandri. Partai yang dikomandoi oleh Zulkifli Hasan itu tidak boleh mengintervensi kinerja para penyidik di lembaga antirasuah.
“Jadi dukungan dari parpol untuk memastikan posisi Yandri itu terlibat atau tidak saya kira penting dengan memberikan kesempatan ke KPK untuk mengungkap apa yang terjadi,” tandasnya.
Keyword : PANKorupsiBansosYandri SusantoKemensos