Kamis, 11/03/2021 16:10 WIB
Beijing, Jurnas.com - Badan legislatif China menyepakati resolusi kontroversial, yang memungkinkan Beijing mengontrol ketat pemilihan umum (pemilu) di Hong Kong.
Disahkan dalam Kongres Rakyat Nasional (NPC) pada Kamis (11/3) siang, resolusi ini akan mengurangi wakil rakyat yang dipilih secara demokrasi, dan memungkinkan panel pro-Beijing memeriksa kandidat patriotik.
Dikutip dari BBC, resolusi itu disahkan setelah mendapatkan persetujuan dari 2.895 suara, tidak ada suara menentang, dan satu suara abstain.
Undang-undang yang mengatur secara spesifik akan dirancang kemudian hari, dan dapat diberlakukan di Hong Kong dalam beberapa bulan ke depan.
Dirjenpas Ekspor, Produk Coco Sheet Lapas Purwokerto Tembus Pasar China
Xi Jinping Lanjutkan Aksi Bersih-Bersih Korupsi di Militer
China Memanas, Ancam Balas Larangan Impor Robot AS
Sesi NPC tahun lalu mengesahkan undang-undang keamanan nasional kontroversial, yang secara efektif mengurangi otonomi Hong Kong dan membuat China lebih mudah menghukum demonstran.
Puluhan orang di Hong Kong ditangkap berdasarkan undang-undang baru itu sejak diberlakukan Juni lalu.
Ribuan anggota parlemen selama seminggu terakhir berkumpul untuk sesi tahunan NPC, yang berjalan hampir paralel dengan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China (CPPCC), badan penasehat politik paling kuat di negara itu.
Kongres tersebut juga membahas dan menyetujui target pertumbuhan ekonomi dan kebijakan lingkungan dari pemerintah pusat.
Keyword : Pemilu Hong Kong China Resolusi Kontroversial