Senin, 24/10/2016 13:58 WIB
Jakarta - Plan International Indonesia menyerukan dukungan terhadap langkah tanggap pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta dalam mengatasi dan menghadapi bencana di ibu kota. Pernyataan ini disampaikan oleh Program Strategy Manager Plan International Indonesia, Wahyu Triwahyudi kepada Jurnas.com, Senin (24/10).
“Plan menyatakan dukungan bagi pemerintah DKI Jakarta dalam hal pengelolaan bencana, baik pra, saat, dan pasca bencana,” ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, pihaknya tidak hanya menyatakan kesediaannya sebagai mitra pemerintah DKI Jakarta dalam pengelolaan bencana. Plan International Indonesia hingga saat ini juga turut aktif dalam meningkatkan jaminan mutu keselamatan sekolah di Jakarta, yang dinamakan Program Sekolah Aman.
Program Sekolah Aman menekankan pada pengembangan tiga pilar, yaitu sarana dan prasarana sekolah yang aman; manajemen penanggulangan bencana di sekolah; dan pendidikan pengurangan risiko bencana.
Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat
Pramono Soroti Komunikasi BUMD Belum Berjalan Baik Karena Ego Tinggi
Sedia Payung, BMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Mulai Siang Hari
“Kami memiliki komitmen untuk implementasi program sekolah aman di sekitar 50 sekolah dasar di Jakarta,” tambahnya.
Sebelumnya, Jumat (21/10) kemarin, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menggandeng 14 instansi dalam rangka penanggulangan bencana di ibu kota. Termasuk di dalamnya Plan International Indonesia, Yayasan Sayangi Tunas Cilik Partner of Save The Children Indonesia, Jakarta Rescue, Yayasan Tanggul Bencana di Indonesia, Yayasan Kausa Resiliensi Indonesia, Yayasan Aksi Cepat Tanggap, Yayasan Forum Pengurangan Resiko Bencana DKI Jakarta, Indonesia Offroad Federation, Organisasi Amatir Radio Indonesia DKI Jakarta, Whitesky Aviation, PT Airbus Helicopter Indonesia, dan PT Pratama Beverages Solution.
“Kami menyambut baik kerjasama ini. Karena partisipasi dari semua pihak sangat penting, agar tidak berjalan sendiri-sendiri,” ungkap Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.