Jum'at, 26/02/2021 15:57 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti mengapresiasi rencana penerapan tes GeNose atau alat deteksi Covid-19 berbasis hembusan nafas di bandara.
"Tentu kami menyambut baik, karena GeNose sendiri merupakan hasil karya dalam negeri, dan sekarang pun sudah digunakan penumpang kereta api sebagai syarat perjalanan di tengah pandemi," kata dia dalam keterangan resmi, Jumat (26/2).
Menurutnya, tes GeNose sebagai salah satu opsi alat tes PCR, dan Rapid Test Antigen bagi para calon penumpang pesawat, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi industri penerbangan yang tertekan akibat pandemi Covid-19.
Apalagi, sambung legislator Cilacap-Purwokerto itu, harga tes GeNose jauh lebih murah dibanding PCR maupun Antigen yang mencapai ratusan ribu.
40 Ribu Balita Terpapar ISPA Karhutla, Legislator Desak Penetapan KLB
Kemlu Diminta Perkuat Perlindungan WNI di Tengah Eskalasi Rusia-Ukraina
Komisi I Rampungkan Fit and Proper Test 25 Calon Dubes
"GeNose yang sudah diberlakukan di stasiun itu hanya Rp20 ribu, tentu akan sangat terjangkau untuk penumpang dan hasilnya pun dapat dipercaya dapat menekan penyebaran Covid-19," terang dia.
Karena itu, Novita meminta Kementerian Perhubungan dan pemangku kepentingan terkait, tidak membedakan harga tes GeNose di bandara dengan stasiun.
"Harus sama, karena material yang digunakan sama, tidak ada perbedaan antara di bandara dan stasiun," tutur politikus Gerindra itu.
Kementerian Perhubungan menyebut tes GeNose di bandara akan dilaksanakan pada 1 April 2021.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, tes GeNose di bandara akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari bandara kecil, medium, dan besar.
Sementara terkait harga tes GeNose di bandara, Novie pun belum dapat memastikan pada saat ini, karena sedang dibahas semua pemangku kepentingan.