Dirjen Diksi: SMK-D2 "Fast Track" Padukan Sistem Jepang dan Jerman

Jum'at, 05/02/2021 11:07 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Wikan Sakarinto menyebut program SMK-diploma dua jalur cepat (fast track), akan mengombinasikan sistem dua negara, yaitu Jepang dan Jerman.

Program yang ditarget berlangsung selama 4,5 tahun ini terdiri dari enam semester di jenjang SMK, dan tiga semester di tingkat D2.

"Program ini memadukan dua sistem, yakni Jepang dan Jerman. Kalau di Jepang itu SMK-nya lima tahun. Jadi, kitajadikan 4,5 tahun sampai D2," terang Wikan pada Kamis (4/2).

Wikan menjelaskan, program SMK-D2 Jalur Cepat bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor-sektor teknis.

Selain itu, Wikan juga mendorong agar program diploma tiga (D3) meningkat menjadi diploma empat atau sarjana terapan. Kendati demikian, program peningkatan ini tidak wajib.

"Semua keputusan ditentukan oleh pimpinan unit pendidikan," ujar dia.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan pihaknya akan melakukan revitalisasi pendidikan vokasi di 900 sekolah menengah kejuruan (SMK), yang berbasis industri 4.0.

"Juga melakukan dukungan percepatan link and match dan menjalin kemitraan dengan 5.690 orang dan 250 dunia usaha dan industri, serta pencapaian kinerja utama pada 47 perguruan tinggi vokasi," kata Nadiem.

TERKINI
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah Bolehkah Meminta Kematian Saat Ditimpa Ujian Berat? Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam Inilah Ciri-Ciri Mukmin Sejati Menjelang Kematian