Rabu, 27/01/2021 16:33 WIB
Tokyo, Jurnas.com - Nissan Motor Co mengatakan pada hari Rabu (27/1/2021) bahwa semua kendaraan baru di pasar utama akan menggunakan tenaga listrik pada awal 2030-an.
Perusahaan yang berencana untuk mencakup pasar di Jepang, China, Amerika Serikat dan Eropa, mengatakan akan mengejar inovasi baterai, termasuk sebagai baterai solid-state, untuk kendaraan listrik dan mengembangkan lebih lanjut teknologi hibrida e-POWER untuk mencapainya.
“Kami bertekad untuk membantu menciptakan masyarakat yang netral karbon dan mempercepat upaya global melawan perubahan iklim,” kata Chief Executive Officer Nissan Makoto Uchida.
Dilansir dari Reuters, Rabu (27/1/2021), Negara ini menetapkan "strategi pertumbuhan hijau" tahun lalu yang mencakup tujuan untuk mengganti kendaraan bertenaga bensin baru dengan kendaraan listrik pada pertengahan 2030-an untuk membantu mencapai tujuan 2050 netral karbon.
Studi: Urine Manusia Berpotensi Jadi Pupuk Hemat Energi, Ini Cara Kerjanya
Australia-Jepang Teken Kesepakatan Kapal Perang Senilai Rp119 Triliun
Mendes Sosialisasikan Program Magang di Jepang saat Dialog dengan Siswa NTB
Jepang, di mana energi terbarukan menyumbang 18% dalam bauran daya negara pada tahun yang berakhir Maret 2020, sedang dalam proses untuk meninjau kebijakan energinya.
Keyword : JepangNissanEnergiListrikMakoto Uchida