Nepal Akan Mengubah Sampah Everest Menjadi Sebuah Seni

Kamis, 21/01/2021 15:37 WIB

Kathmandu, Jurnas.com - Sampah yang dikumpulkan dari Gunung Everest akan diubah menjadi karya seni dan ditampilkan di galeri terdekat, untuk menyoroti perlunya menyelamatkan gunung tertinggi di dunia tersebut agar tidak berubah menjadi tempat pembuangan.

Dilansir dari laman Reuters, botol oksigen bekas, tenda robek, tali, tangga rusak, kaleng dan pembungkus plastik yang dibuang oleh pendaki dan trekker mengotori puncak setinggi 8.848,86 meter (29.032 kaki) dan sekitarnya.

Tommy Gustafsson, direktur proyek dan salah satu pendiri Sagarmatha Next Center - pusat informasi pengunjung dan fasilitas bersepeda mengatakan seniman asing dan lokal akan terlibat dalam menciptakan karya seni dari bahan limbah dan melatih penduduk setempat untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang luar biasa.

“Kami ingin menunjukkan bagaimana Anda dapat mengubah limbah padat menjadi karya seni yang berharga, dan menghasilkan lapangan kerja juga pendapatan," kata Gustafsson kepada Reuters.

“Kami berharap bisa mengubah persepsi masyarakat tentang sampah dan mengelolanya,” ujarnya.

Produk dan karya seni akan ditampilkan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, atau dijual sebagai suvenir yang hasilnya akan digunakan untuk pelestarian kawasan, katanya.

Sampah yang dibawa turun dari gunung atau dikumpulkan dari rumah tangga sepanjang jalan setapak ditangani dan dipisahkan oleh kelompok lingkungan setempat, Komite Pengendalian Pencemaran Sagarmatha, tetapi tugas di daerah terpencil yang tidak memiliki jalan merupakan tantangan besar.

Sampah dibuang atau dibakar di lubang terbuka, menyebabkan pencemaran udara dan air serta pencemaran tanah.

Phinjo Sherpa, dari kelompok Eco Himal yang terlibat dalam skema tersebut, mengatakan di bawah inisiatif "bawa saya kembali", setiap turis dan pemandu yang kembali akan diminta untuk membawa tas berisi satu kilogram (2,2 pon) sampah kembali ke bandara Lukla, dari tempat sampah akan diangkut ke Kathmandu.

“Kami bisa mengelola sampah dalam jumlah besar jika melibatkan pengunjung,” kata Sherpa.

TERKINI
Legislator PKB: Skandal Seksual di Pesantren Pati Pelanggaran HAM Berat Trump Tangguhkan Sementara Operasi Pemindahan Kapal di Selat Hormuz Viral! Ojol Disabiltas Ingin Anaknya Jadi Polisi, Ini Ungkapan SPI Pimpinan DPR Desak Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dihukum Berat