Senin, 17/10/2016 16:11 WIB
Jakarta - Neraca perdagangan bulan September 2016 dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Neraca ini raih surplus tertinggi dalam 13 bulan terakhir yaitu US$ 1,22 miliar.
Surplus neraca disumbang oleh perdagangan sektor nonmigas sebesar US$ 1,9 miliar. Sementara sektor migas mencatatkan defisit US$ 681,1 juta.
"Nilai total ekspor selama September mencapai US$ 12,51 miliar sementara nilai impornya US$ 11,30 miliar," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, Senin (17/10/2016).
Pada periode yang sama tahun lalu, neraca perdagangan tercatat surplus US$ 1,02 miliar.
Studi: Urine Manusia Berpotensi Jadi Pupuk Hemat Energi, Ini Cara Kerjanya
Lestari Moerdijat: Dukung Peningkatan Peran Perempuan dalam Pembangunan
Wisuda ITS, Mentrans Kenang Pengabdian Abdul Rohid
Secara kumulatif, neraca perdagangan periode Januari-September 2016 juga masih surplus US$ 5,67 miliar, dengan nilai total ekspor US$ 104,36 miliar dan nilai impor US$ 98,69 miliar.
Surplus antara lain terjadi dalam neraca perdagangan nonmigas dengan mitra dagang seperti Amerika Serikat (6,28 miliar dolar AS), India (4,94 miliar dolar AS) dan Belanda (1,69 miliar dolar AS).
Keyword : BPS Neraca Perdagangan September 2016 Suharoyanto