Sabtu, 09/01/2021 10:27 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menuntut agar Arab Saudi menghentikan perang di Yaman. Ia menuduh Riyadh menyeret kawasan itu ke dalam bahaya sebagai akibat dari kebijakan yang merusak.
Khatibzadeh menambahkan, Riyadh tidak memiliki hak untuk menyatakan pendapatnya tentang program nuklir Iran, dan mengkritik apa yang dia gambarkan sebagai pembelian senjata yang berlebihan dari Kerajaan Saudi, serta dugaan dukungannya untuk kelompok teroris dan pembunuhan brutal terhadap warga sipil di Yaman.
"Riyadh harus mencabut blokade dan sanksi yang diberlakukannya pada orang-orang Yaman seperti yang terjadi pada Qatar setelah perjanjian rekonsiliasi baru-baru ini," katanya dilansir Middleeast, Sabtu (09/01).
Mempertahankan program nuklir negaranya, Khatibzadeh mengatakan bahwa perjanjian nuklir dan komitmen semua pihak dalam konteks yang sangat jelas.
Pemerintah Iran Penjarakan Eks Kiper Timnas Sepakbola, Ini Penyebabnya
Arkeolog Temukan Ratusan Emas era Dinasti Abbasiyah di Saudi
Legislator NasDem Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke di Tanah Suci
Ia menambahkan bahwa program nuklir Iran transparan dan diawasi penuh oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Keyword : Pemerintah IranArab SaudiPerang Yaman