Minggu, 16/10/2016 19:13 WIB
Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan, apabila pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kalah, maka jangan dianggap karena faktor perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
Menurut Muhaimin, masyarakat atau partai yang tidak mendukung Ahok seharusnya dijadikan koreksi karena sikapnya yang tidak mencerminkan pemimpin beradab.
"Jangan semua sikap perbedaan keyakinan dalam memilih pemimpin di Pilkada nanti dianggap sebagai tindakan SARA,” katanya.
Hal itu disampaikan Cak Imin -sapaan Muhaimin- di sela acara Seminar dan Renstra Perempuan Bangsa PKB, di Jakarta, Minggu (16/10). “Saya sendiri enggak memilih Ahok bukan karena masalah SARA, beda keyakinan dan ras. Tapi karena sikap Ahok yang omongannya tak beradab,” ujarnya.
Menko PM: MBG Penggerak Ekosistem Ekonomi Lokal dari Desa hingga Nasional
Menko Muhaimin Ajak Puluhan Media Homeless Kolaborasi untuk Pemberdayaan
Menko PM Dorong Koperasi Jadi Motor Swasembada Pangan-Pengentasan Kemiskina
“Demo kemarin, alhamdulillah berjalan damai. Itu hak semua orang yang bebas mengekspresikan haknya. Dan yang melakukan demo jangan dimusuhi. Sepanjang mereka demonya sesuai aturan dan mendapat izin dari kepolisian,” paparnya.