Kamis, 07/01/2021 08:02 WIB
Rabat, Jurnas.com - Kementerian Kesehatan Maroko mengatakan sudah mengantongi izin untuk penggunaan darurat vaksin virus corona (COVID-19) yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford.
Negara Afrika Utara, dengan sekitar 35 juta orang, telah mencatat lebih dari 447.000 kasus COVID-19 termasuk 7.618 kematian, menurut hitungan resmi terbaru.
Dilansir dari Arab News, pihak berwenang Maroko mengatakan telah memesan 65 juta dosis vaksin AstraZeneca serta dari perusahaan China, Sinopharm.
Dikatakan persiapan untuk meluncurkan vaksin "sangat maju" tetapi belum memberikan tanggal dimulainya suntikan.
AS Gelar Operasi Besar-Besaran usai Dua Tentara Hilang di Maroko
Maroko Perkirakan Panen Sereal Melonjak Dua Kali Lipat Tahun Ini
Maroko, Negara Afrika Pertama yang Melenggang ke Piala Dunia 2026
Pihak berwenang memberlakukan kembali jam malam nasional dan langkah-langkah pembatasan lainnya pada 21 Desember dalam upaya untuk memperlambat penyebaran virus.