Senin, 28/12/2020 06:23 WIB
Ankara, Jurnas.com - Pengiriman pertama vaksin virus corona (COVID-19) racikan Sinovac dari China ke Turki telah ditunda karena kasus virus yang menyerang sistem pernasapasan itu di bea cukai Beijing.
Demikian kata Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca pada Minggu (27/12).
Dilansir dari Reuters, Turki telah setuju untuk membeli 50 juta dosis vaksin CoronaVac besutan Sinovac dan mengharapkan pengiriman pertama dari 3 juta dosis pada Senin (28/12).
Truki juga akan mendapatkan 4,5 juta dosis vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan Jerman, BioNTech dan perusahaan Amerika Serikat (AS) Pifzer, dengan opsi untuk mendapatkan 30 juta dosis lagi nanti.
Mario Lemina Bawa Galatasaray Menang Tipis Atas Liverpool
Galatasaray Sikat Juventus dengan Skor Telak 5-2
Kasus OnlyFans, Turki Tangkap 16 Orang dan Sita Rp115 Miliar
"Karena alarm COVID-19 di Beijing dan kasus COVID-19 di bea cukai Beijing, mobilitas di bea cukai untuk sementara ditangguhkan. Untuk alasan ini, kedatangan vaksin kami, yang seharusnya diberangkatkan setelah operasi bea cukai, akan terlambat 1-2 hari," tulis Koca di Twitter.