Sabtu, 26/12/2020 18:01 WIB
Rabat, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita membeberkan seputur informasi tentang perjanjian perdamaian antara Maroko dan Israel.
Selama wawancara dengan saluran televisi Israel, i24 News, Bourita menyatakan, pembicaraan normalisasi dengan Israel dimulai pada 2018, dan pemain kunci dalam mendukung proses ini adalah Raja Mohammed VI.
"Raja memiliki keyakinan dalam proses dan memastikan itu stabil dalam cara yang dia rasa paling nyaman. Setelah bekerja ekstensif, hasilnya positif dan memenuhi harapan serta sesuai dengan visi Mohamed VI," kata Bourita.
"Sejak 2018, ada banyak kontak, sesuai instruksi Yang Mulia. Yang Mulia berbicara dengan presiden Amerika Serikat (AS) dan mengirim delegasi ke AS, tidak hanya untuk bertemu dengan pejabat AS, tetapi juga dengan Israel," sambungnya.
Warga Palestina Tewas Ditembak Israel di Dekat Hebron
Horor! Ribuan Lebah Serbu Wilayah Israel, Serang Bandara hingga Pesawat
Warga Beirut Selatan Masih Takut Menetap di Rumah Pasca Gencatan Senjata
Bourita menekankan, hubungan dengan Israel tidak bertentangan dengan dukungan dan advokasi Maroko untuk perjuangan Palestina. Dia memuji pengakuan AS atas kedaulatan Maroko atas Sahara Barat, dan dukungan Washington untuk posisi Rabat dalam masalah ini.
"Membela perjuangan Palestina tidak bertentangan dengan normalisasi hubungan dengan Israel. Maroko membuktikan perannya yang efisien dalam masalah ini sepanjang sejarah," ujarnya.
"Ini bukan pertama kalinya Maroko mengumumkan hubungan (dengan Israel), seperti yang selalu menggunakan hubungan ini untuk melayani kerja sama dan perdamaian di kawasan itu," sambungnya.