Selasa, 22/12/2020 06:15 WIB
Jenewa, Jurnas.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau masyarakat agar tidak terlalu khawatir soal varian baru virus corona (COVID-19) yang sangat menular muncul di Inggris. Menurutnya, ini adalah bagian normal dari evolusi pandemi.
WHO bahkan memberikan pandangan positif pada penemuan strain baru yang mendorong banyak negara yang khawatir memberlakukan pembatasan perjalanan di Inggris dan Afrika Selatan, dengan mengatakan alat baru untuk melacak virus berfungsi.
"Kami harus menemukan keseimbangan. Sangat penting memiliki transparansi, sangat penting memberi tahu publik apa adanya, tetapi penting juga menyampaikan bahwa ini adalah bagian normal dari evolusi virus," kata Kepala Darurat WHO, Mike Ryan dalam pengarahan daring, seperti dilansir dari Reuters.
"Mampu melacak virus sedekat ini, ini dengan hati-hati, secara ilmiah dalam waktu nyata adalah perkembangan positif yang nyata bagi kesehatan masyarakat global, dan negara-negara yang melakukan jenis pengawasan ini harus dipuji."
Salah Urus Pandemi COVID-19, AS Resmi Keluar dari WHO
Muncul Hobi Baru pasca Pandemi, Ternyata Ada Alasannya
Kirim Surat ke DPR, OJK dan Parekraf, DNA Production Menyayangkan Perlakuan Sebuah Bank Swasta
Mengutip data dari Inggris, pejabat WHO mengatakan mereka tidak memiliki bukti bahwa varian itu membuat orang lebih sakit atau lebih mematikan daripada jenis COVID-19 yang ada, meskipun tampaknya menyebar lebih mudah.
Negara-negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan bertindak atas dasar kehati-hatian yang melimpah saat mereka menilai risiko. "Itu bijaksana. Tetapi penting juga bahwa setiap orang menyadari bahwa ini terjadi, varian ini terjadi," ujar Ryan.
RyaN mengatakan, mutasi COVID-19 sejauh ini jauh lebih lambat dibandingkan dengan influenza dan bahkan varian baru Inggris tetap jauh lebih tidak dapat menular daripada penyakit lain seperti gondongan.
WHO mengatakan vaksin yang dikembangkan untuk memerangi COVID-19 juga harus menangani varian baru, meskipun pemeriksaan sedang dilakukan untuk memastikan ini masalahnya.
"Sejauh ini, meskipun kami telah melihat sejumlah perubahan, sejumlah mutasi, tidak ada yang memberi dampak signifikan pada kerentanan virus terhadap terapi, obat-obatan atau vaksin yang sedang dikembangkan, dan orang berharap bahwa akan terus terjadi," kata Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan pada pengarahan tersebut.
WHO mengatakan pihaknya mengharapkan untuk mendapatkan lebih banyak detail dalam beberapa hari atau minggu tentang potensi dampak dari jenis virus korona baru yang sangat mudah menular.