Rabu, 16/12/2020 11:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - "Meskipun listrik di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) padam, tapi pemberantasan korupsi tidak boleh padam"
Demikian pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat menutup pidatonya dari Istana, dalam acara hari antikorupsi sedunia yang digelar di Gedung KPK, pada Rabu (16/12).
Dimana, saat acara Hakordia 2020 itu tersebut berlangsung, arus listrik di Gedung KPK sempat padam.
Jokowi pun mengatakan bahwa kinerja pemberantasan korupsi bukan diukur dari seberapa banyak kasus yang ditemukan. Tetapi, pada bagaimana mencegah terjadinya korupsi secara berkelanjutan.
Terjaring OTT KPK, Harta Bupati Lombok Barat Capai Rp25,5 Miliar
KPK: OTT Bupati Lombok Barat Terkait Suap Sejumlah Proyek
KPK Tangkap 19 Orang dalam OTT Bupati Lombok Barat
"Agar tindak pidana korupsi itu tidak sampai terjadi lagi," katanya.
Jokowi pun menekankan, dalam memberantas tindak pidana korupsi di Tanah Air, dibutuhkan kegigihan konsistensi yang tinggi.
"Upaya pemberantasan korupsi membutuhkan kegigihan konsistensi yang luar biasa, butuh orkestrasi, kebersamaan yang luar biasa untuk mencegahnya, butuh inovasi, dan kerja sistematis untuk menutup ruang bagi terjadinya korupsi dan perlu tindakan yang adil dan konsisten untuk menindak para pelaku para pelaku pidana korupsi," ucap Jokowi.
Presiden berharap dengan langkah-langkah yang sistematis dan sistemik dari hulu sampai hilir, maka pemberantasan korupsi akan lebih efektif.
"Lebih efektif memberantas kemiskinan dan mengurangi pengangguran dan menjadikan Indonesia negara maju seperti yang kita cita-citakan," pungkasnya.