Kamis, 10/12/2020 14:59 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Profesor Israel terkemuka dan Pensiunan Jenderal Haim Eshed mengklaim bahwa Israel dan Amerika Serikat telah berurusan dengan alien yang tidak ingin diidentifikasi karena umat manusia belum siap.
"Presiden AS Donald Trump hampir mengungkapkan situasinya, tetapi alien di Federasi Galaksi mengatakan tunggu, biarkan orang-orang tenang dulu. Mereka tidak ingin memulai histeria massal. Mereka ingin membuat kita waras terlebih dahulu,” jelas Eshed dilansir Middleeast, Kamis (10/12),
"Mereka menunggu umat manusia untuk berevolusi dan mencapai tahap di mana kita secara umum akan memahami apa itu ruang dan pesawat luar angkasa. Ada kesepakatan antara pemerintah AS dan alien. Mereka menandatangani kontrak dengan kami untuk melakukan eksperimen di sini," tambahnya.
Eshed menjabat dari tahun 1981 hingga 2010 sebagai kepala program keamanan luar angkasa Israel. Ia mencatat bahwa ia menerima Penghargaan Keamanan Israel tiga kali, dua kali untuk penemuan teknologi rahasia.
Bapak dari program keamanan luar angkasa Israel mengatakan bahwa alien juga melakukan penelitian dan mencoba untuk memahami seluruh tatanan alam semesta.
AS Kawal Puluhan Kapal Dagang Lintasi Selat Hormuz
Iran Bersihkan 50 Akses Terowongan Setelah Serangan AS-Israel
Menlu: Iran dan AS Masih Saling Kirim Pesan
"Mereka menginginkan kami sebagai pembantu. Ada pangkalan bawah tanah di kedalaman Mars, tempat perwakilan mereka berada, dan juga astronot AS."