Kamis, 10/12/2020 07:59 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Israel menerima pengiriman pertama vaksin virus corona (vaksin Pfizer) pada Rabu dan distributor memperkirakan negara itu akan memiliki cukup untuk sekitar seperempat populasi pada akhir tahun.
Dilansir Middleeast, Kamis (10/12), sebuah pesawat kargo mendarat di Bandara Ben Gurion dengan membawa puluhan ribu dosis vaksin Pfizer Inc. untuk uji coba prosedur transportasi dan penyimpanan.
"Saya percaya pada vaksin ini. Saya berharap vaksin itu akan mendapatkan persetujuan (peraturan) yang diperlukan dalam beberapa hari mendatang," kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam upacara di bandara.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya siap menjadi orang Israel pertama yang divaksinasi sebelum disuntikkan ke masyarakatnya.
Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja?
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah
Inilah Ciri-Ciri Mukmin Sejati Menjelang Kematian
Israel akan mulai memberikan vaksin pada 27 Desember dan bersiap untuk memvaksinasi 60.000 dari 9 juta warga Israel per hari, kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi pada Rabu malam.
Pfizer dan mitranya BioNTech setuju bulan lalu untuk memberi Israel 8 juta dosis vaksin, yang menjadi negara pertama yang diberikan Inggris pada hari Selasa.
Israel juga telah memesan vaksin dari Moderna Inc. dan AstraZeneca Plc. Israel telah melaporkan 348.968 kasus virus korona dan 2.932 kematian.