Sabtu, 28/11/2020 06:45 WIB
Jenewa, Jurnas.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, akan "sangat spekulatif" bagi WHO untuk mengatakan virus corona (COVID-19) tidak muncul di China, tempat virus itu pertama kali diidentifikasi di pasar makanan pada Desember tahun lalu.
China mendorong narasi melalui media pemerintah bahwa virus itu ada di luar negeri sebelum ditemukan di pusat kota Wuhan, mengutip adanya COVID-19 pada kemasan makanan beku impor dan makalah ilmiah yang mengklaim virus itu telah beredar di Eropa tahun lalu.
"Saya pikir sangat spekulatif bagi kami untuk mengatakan bahwa penyakit itu tidak muncul di China," kata Pakar darurat utama WHO, Mike Ryan pada konferensi virtual di Jenewa saat disinggung apakah kemungkinan COVID-19 pertama kali muncul di luar China, Jumat (27/11).
"Jelas dari perspektif kesehatan masyarakat bahwa Anda memulai penyelidikan di mana kasus manusia pertama kali muncul," tambahnya, dengan mengatakan bahwa bukti kemudian dapat mengarah ke tempat lain.
China Desak Pakistan Mediasi AS-Iran demi Selat Hormuz
Siswi Pontianak yang Viral di LCC MPR dapat Tawaran Beasiswa ke China
Bertolak ke China, Trump Berharap Sambutan Hangat Xi Jinping
Ia mengulangi bahwa WHO bermaksud mengirim para peneliti ke pasar makanan Wuhan untuk menyelidiki asal-usul virus lebih lanjut.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menuding WHO sebagai "China-sentris", tuduhan yang sering sekali dibantan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (Reuters)