Senin, 23/11/2020 15:26 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sekitar 13 jemaah umrah asal Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19 saat menjalani tes swab ulang di Arab Saudi, belum lama ini.
Menurut anggota Komisi VIII DPR RI, Rudi Hartono Bangun, hasil tersebut merupakan bukti pemerintah tidak bersungguh-sungguh dan benar dalam menentukan hasil tes virus Covid-19, sehingga mengakibatkan ketidak cocokan data.
“Pak Menteri, di sini jemaah kita di tes swab Covid-19, hasilnya negatif. Tetapi ketika dilkukan tes swab ulang di Arab Saudi hasilnya malah positif. Pasti di sini ada yang salah,” terang Rudi saat mengikuti Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama Fachrul Razi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (23/11).
Politisi Fraksi Partai NasDem ini meminta agar Pemerintah lebih serius dan tidak menutup-nutupi hasil swab tes Covid-19 khususnya kepada calon jamaah umrah.
DPR Lembur Tuntaskan UU P2SK, Segera Dibawa ke Rapat Paripurna
Warga Desa Sukaresmi Adukan Sengketa Lahan Eks PTPN VIII ke DPR
Prabowo Copot Kepala BGN, Dasco: Langkah Tepat untuk Perbaikan Kinerja
Menurutnya hal tersebut dapat berdampak kepada perizinan visa umrah Indonesia yang dikeluarkan oleh kerjaan Arab Saudi.
“Ini kan bukti kenapa hasilnya berbeda dengan disana apakah ada yang ditutupi atau bagaimana, jika seperti ini terus tentunya akan berpengaruh kepada visa umrah asal Indonesia kita tidak ingin masalah tersebut membuat pihak kerajaan Arab Saudi kembali menutup,” sebut legislator dapil Sumatera Utara III itu.
Seperti yang diketahui, sebanyak 13 jemaah umrah asal Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19 saat menjalani tes swab ulang di Arab Saudi.
Calon jemaah ini berasal dari dua kloter umrah. Delapan jemaah umrah yang positif Covid-19 berasal dari romobongsn kloter pertama. Sementara lima jemaah yang positif berasal dari rombongan kloter kedua.
Keyword : DPR Komisi VIII DPR Rudi Hartono Bangun Umroh Kemenag