Rabu, 18/11/2020 17:50 WIB
Medan, Jurnas.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) dan Badan Nasional Penanganan Bencana Daerah (BNPBD), diminta untuk memeriksa dan melakukan pengecekan di daerah hulu Sungai Landak Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok.
Sebab, banjir bandang yang terjadi di Sungai Landak sudah terjadi berulang, dan menghancurkan kawasan wisata Bukit Lawang yang sudah cukup dikenal hingga manca negara.
"Ini kali kedua banjir bandang terjadi di Sungai Landak. Dulu, banjir bandang Sungai Landak telah menelan banyak korban jiwa dan kerugian materi yang cukup besar dan hancurnya objek wisata Bukit Lawang," ujar Anggota DPRD Sumut Hendro Susanto, Rabu (18/11), di Medan.
Menurutnya, tidak sedikit dana yang dihabiskan untuk bisa memperbaiki dan menata kembali wisata Bukit Lawang, baik dari APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten Langkat.
Amsal Sitepu Buka Kronologi Kasus di Komisi III: 131 Hari Ditahan
Amsal Sitepu Bebas, DPR: Hakim Tunjukkan Kepekaan pada Kerja Kreatif
Matahari Alami "Hari Tanpa Bintik" Pertama dalam 4 Tahun, Pertanda Apa?
Dan kini, banjir bandang terjadi lagi serta kembali menghancurkan objek wisata di sana yang telah dibangun, baik objek wisata Sei Landak Revers maupun wisata Bukit Lawangnya sendiri.
"Pemprovsu dan BNPBD harus memeriksa kondisi di hulu sungai, bagaimana kondisi hutannya disana yang merupakan hutan lindung Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Jangan-jangan hutan di hulu Sungai Landak ini telah banyak yang gundul karena pembalakan liar," kata Susanto.
Kecurigaan itu, menurutnya cukup beralasan, karena banyaknya kayu-kayu gelondongan yang dibawa arus banjir bandang dan menimbun kawasan Bukit Lawang.
"Kalau kondisi hutan di hulu sungai banyak yang gundul, saat hujan deras turun seperti yang terjadi sejak hari Selasa hingga Rabu dinihari kemarin, ya memang bisa terjadi banjir bandang," sebutnya.
Dinyatakan anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS daerah pemilihan 12 (Binjai - Langkat) ini, ia sebelumnya pernah mengusulkan kepada Pemprovsu dengan melibatkan sejumlah pihak melakukan peninjauan lokasi hutan di kawasan TNGL itu.
Usulan itu, imbuh Susanto, dikarenakan pernah terjadinya banjir bandang kawasan Bahorok khususnya di lokasi wisata Bukit Lawang. Dan saat ini musim penghujan dengan intensitas yang cukup tinggi, sehingga daerah-daerah yang rawan banjir atau banjir bandang, perlu diwaspadai dan harus dilakukan pengecekan.
"Kekhawatiran saya itu ternyata terbukti. Hujan deras yang terjadi sejak Selasa kemarin hingga Rabu yang melanda kawasan Binjai - Langkat kembali membawa bencana alam banjir bandang di Bahorok," sebutnya.
Keyword : Medan Sungai Landak Hendro Susanto