Panglima Diingatkan, TNI Tidak Boleh Campuri Konflik Politik Kaum Sipil

Senin, 16/11/2020 15:28 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora, Fahri Hamzah mengkritik pernyataan Panglima TNI, Hadi Tjahjanto.

Hadi sebelumnya menyebutkan kalau siapapun yang mengganggu kesatuan dan persatuan bangsa, maka akan berhadapan dengan prajurit TNI.

Fahri menegaskan, prajurit TNI tidak boleh merespon konflik politik rutin kaum sipil.

Apalagi, Dilanjutkan Fahri, dalam demokrasi keributan sipil itu rutin terjadi.

TNI jangan mau diajak dan jangan nampak diajak. Garis lurus TNI adalah pertahanan negara,” ujar Fahri mengingatkan, Senin (16/11/2020).

Marsekal Hadi sebelumnya menyebutkan, persatuan dan kesatuan bangsa jangan hilang atau dibenturkan oleh provokasi dan ambisi yang dibungkus dengan berbagai identitas.

Tidak satupun musuh yang dibiarkan, apalagi melakukan upaya melakukan ancaman dan gangguan terhadap cita-cita luhur bangsa dan negara Indonesia,” sambungnya. 

TERKINI
Bacaan Ayat Kursi Lengkap dengan Latin, Arti, dan Keutamaannya Cara Menjaga Kekhusyukan Salat di Tengah Padatnya Aktivitas Doa Mustajab Nabi Yunus Saat Menghadapi Ujian Berat Mengapa Waktu Ashar di Hari Jumat Begitu Sakral untuk Berdoa?