Minggu, 15/11/2020 08:10 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Otoritas pendudukan Israel memerintahkan persiapan untuk mempercepat pembangunan pemukiman sebelum kemungkinan pembekuan oleh Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden saat memasuki Gedung Putih.
Sebagai presiden, harian Israel Haaretz melaporkan, Biden memiliki peran penting dalam menangguhkan pembangunan baru di permukiman Yahudi Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Oleh karena itu, menurut Haaretz, Israel khawatir Biden akan menentang perluasan permukiman, yang dia sebut sebagai "penghalang perdamaian".
AP melaporkan Martin Indyk, mantan negosiator perdamaian AS selama pemerintahan Clinton dan Obama, mengklaim bahwa konflik Israel-Palestina tidak lagi menjadi "kepentingan nasional yang vital" bagi AS, berharap bahwa Biden tidak akan menjadikannya sebagai prioritas.
Kanker Menyebar ke Tulang, Kondisi Kesehatan Joe Biden Memburuk
Israel Siapkan Rp580 Miliar untuk Kuasai 70 Situs Bersejarah Palestina
Ratusan Eks Pejabat Militer Israel Surati Trump Soal Tepi Barat, Ini Isinya
"Saya tidak berpikir dia akan ingin memperebutkan pemukiman," prediksi Indyk.
"Tetapi jika Netanyahu membuatnya menjadi masalah, maka akan ada masalah di sana."