Banjir Landa Medan Maimon, Warga Resah Tidak Ada Solusi dari Pemerintah

Kamis, 12/11/2020 23:18 WIB

Medan, Jurnas.com - Banjir kembali melanda sejumlah kawasan di Kecamatan Medan Maimon, Kota Medan. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Deli dan merendam rumah-rumah warga hingga mencapai 50 cm.

Berdasarkan pantauan di lapangan dan pengakuan sejumlah warga, Kamis (12/11/2020), banjir menerpa sejumlah Kelurahan di Medan Maimon yang berada di sepanjang aliran Sungai Deli.

Menurut warga, kawasan Medan Maimon memang merupakan daerah rawan banjir. Setiap turun hujan dengan intensitas tinggi, maka daerah ini pasti tergenang air.

"Daerah ini sudah langganan banjir. Setiap hujan lebat pasti tergenang. Saat musim penghujan seoerti sekarang ini, dalam sebulan bisa tiga sampai empat kali kita kebanjiran dan air beserta lumpur masuk ke rumah," kata Hamdan, Warga Gg Merdeka, Kelurahan Aur Medan Maimon, Kamis (12/11).

Disebutkannya, warga di daerah itu sangat resah dengan terus terjadinya banjir. Dan tidak adanya penanganan dari pemerintah daerah. 

Akhirnya, warga pun jadi pasrah dan tak lagi berharap apapun pada pemerintah daerahnya menjadi langganan banjir setiap musim penghujan.

"Percuma Bang berharap ke Pemerintah Kota Medan, tidak ada tanggapan dan mereka semua sudah `tutup mata`. Sudah 75 tahun lebih daerah ini selalu dilanda banjir dan tidak ada penanganan yang konkrit dari pemerintah. Sejak saya belum lahir hingga saat ini banjir selalu jadi langganan di sini jadi kami sudah pasrah. Kami hanya berdoa kepada Tuhan agar warga di daerah ini dilindungiNya," ujar pria paruh baya itu.

Lebih jauh Hamdan menceritakan nasib mereka. Peralatan rumah tangga cepat rusak akibat sering terkena air. Apalagi beberapa tahun lalu, banjir sempat mencapai 2 meter lebih hingga mencapai atap rumah akibat jebolnya tanggul Sungai Deli.

"Kita sering mengungsi Bang, kalau banjirnya sudah tinggi. Barang-barang hanya yang sangat penting saja yang kita selamatkan, selebihnya ya terendam. Itu membuat perabotan rumah tangga cepat rusak," imbuhnya.

Ia mengatakan warga sudah melakukan antisipasi banjir, antara lain memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Namun demikian, banjir yang kerap terjadi di daerah ini sangat mengganggu aktivitas warga.

"Karena setiap banjir kami pasti terganggu, anak-anak tidak dapat belajar. Kalau saat ini karena covid-19 memang tidak sekolah. Tetapi biasanya setiap ada genangan air, anak-anak kami pasti bolos sekolah,” jelasnya.

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya