Rabu, 04/11/2020 06:06 WIB
Yerusalem, Jurnas.com - Malawi akan menjadi negara Afrika pertama yang mengikuti jejak Amerika Serikat (AS) dan membuka kedutaan besar untuk Israel di kota yang disengketakan di Yerusalem.
"Saya yakin lebih banyak pemimpin Afrika akan mengikuti keputusan ini," kata Menteri Luar Negeri Israel, Gabi Ashkenazi mengatakan kepada awak media setelah pertemuan dengan mitranya dari Malawi, Eisenhower Mkaka.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada pemerintah Malawi atas keputusan penting untuk menjadi pelopor, dan negara Afrika pertama yang mendirikan kedutaan besarnya di Yerusalem," katanya.
Sementara itu, Mkaka mengatakan menyampaikan pesan dari Presiden Afrika, Lazarus Chakwera tentang keputusan untuk membuka kedutaan besar Yerusalem, diharapkan pada musim panas 2021.
Dorong Gencatan Senjata, Trump Sebut Israel dan Lebanon Bertemu Hari Ini
Tak Cuma Mengecam, Begini Balasan Italia usai Pasukannya Diserang Israel
Netanyahu Kritik Sindiran Erdogan soal Gencatan Senjata Iran
Malawi memiliki hubungan diplomatik dengan negara Yahudi itu sejak 1964 tetapi tanpa membuka kedutaan.
Putus dengan praktik diplomatik yang sudah berlangsung lama, Presiden Donald Trump pada Desember 2017 mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS ke kota itu pada Mei.
Israel menganggap kota suci itu sebagai ibu kota abadi, tetapi Palestina menginginkan Yerusalem timur, yang direbut dalam perang Timur Tengah tahun 1967, sebagai bagian dari negara masa depan. (Arab News)
Keyword : MalawiAmerika SerikatIsrael