Senin, 02/11/2020 16:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia hampir dipastikan masuk jurang resesi karena pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2020 akan tetap minus.
Namun, Joko Widodo menyeb utnya minusnya tidak sebesar kuartal II-2020 yang mencapai 5,32 persen.
“Kita tahu kemarin di triwulan II pertumbuhan ekonomi kita di angka minus 5,32%. Di kuartal ketiga ini, kita juga mungkin sehari, dua hari, tiga hari ini akan diumumkan oleh BPS juga masih berada di angka minus. Perkiraan kita di minus 3% naik sedikit,” kata Joko Widodo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Senin (2/11/2020).
Namun, Joko Widodo menyebutkan kondisi Indonesia saat ini jauh lebih baik jika dibandingkan negara-negara lain. Apalagi menurutnya tren perekonomian Indonesia arahnya positif.
Urutan Surat Juz 30 Lengkap, Cocok untuk Pemula Menghafal Al-Qur`an
Hari Cat Air Sedunia Setiap 28 Juli, Ini Sejarah hingga Tujuannya
Mengapa 28 Juli Diperingati Sebagai Hari Konservasi Alam Sedunia?
“Kuartal III mungkin minus 3% lebih sedikit. Dan itu adalah trennya membaik dan trennya positif. Ini yang harus ditekankan kalau ada pengumuman di BPS. Trennya membaik dan positif. Dari minus 5,32% menjadi minus 3 koma sekian,” tuturnya.
Jokowi menekankan agar memasuki kuartal ke-III semuanya benar-benar dimaksimalkan. Terutama berkaitan dengan realisasi belanja.
“Kemudian yang kedua saya ingin menyampaikan yang berkaitan dengan kuartal yang ke-IV. Ini adalah kuartal terakhir. Saya harapkan realisasi belanja kita betul-betul harus berada pada titik yang paling maksimal,” pungkasnya.
Keyword : Joko Widodo Pertumbuhan Ekonomi Resesi