Kamis, 15/10/2020 23:24 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, Ahmad Umar, mengatakan terdapat tiga skema pembelajaran di madrasah selama pandemi Covid-19.
Ketiga skema tersebut ialah, pertama pembelajaran jarak jauh (PJJ) murni, dengan memanfaatkan pembelajaran virtual baik melalui konferensi video maupun e-learning madrasah.
Kedua, skema pembelajaran drive-thru learning. Model ini membolehkan siswa madrasah datang ke sekolah, namun tidak untuk melakukan pembelajaran tatap muka sebagaimana biasanya.
"Anak datang ke madrasah bergiliran, tapi tidak belajar. Mereka datang ke madrasah selama dua jam, pergi ke perpustakaan, konsultasi dengan guru," kata Umar kepada Jurnas.com pada Kamis (15/10) di Jakarta.
Kemenag Pastikan ABT Tunjangan Profesi Guru dan Dosen 2025 Siap Dicairkan
Matahari Tepat di Atas Kabah, Kemenag Verifikasi Arah Kiblat 725.669 Titik
Pendidikan Karakter Harus Jadi Benteng Cegah Kekerasan di Sekolah
"Guru pun tidak mengajar, tapi hanya untuk menerima konsultasi dan memberikan bimbingan," sambung dia.
Adapun skema ketiga ialah guru kunjung. Skema ini dilakukan apabila siswa tidak memungkinkan pergi ke madrasah, maupun melakoni pembelajaran daring karena keterbatasan fasilitas.
"Jadi kita lihat dalam satu kampung ada berapa siswa nanti dikumpulkan menjadi beberapa kelompok," jelas Umar.
Umar menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 dia masih menganjurkan madrasah untuk tidak terburu-buru menggelar pembelajaran tatap muka, demi alasan kesehatan dan keselamatan siswa.
Karena itu, dia meminta siswa dan guru memaksimalkan bantuan kuota hasil kerja sama Kementerian Agama (Kemenag) dan sejumlah provider telekomunikasi, untuk proses PJJ.
Keyword : Madrasah Ahmad Umar Kementerian Agama Belajar Daring