Selasa, 29/09/2020 13:37 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Tuduhan pelanggaran HAM di Papua yang dilayangkan Perdana Menteri Vanuatu dan delegasinya kepada Indonesia dalam Sidang Umum PBB, berbuntut serangan berbau rasisme di akun media sosial Vanuatu Island.
Akun yang berisi pusat informasi pariwisata di Vanuatu tersebut bahkan sampai mematikan kolom komentarnya, pasca diserbu oleh netizen Indonesia.
Menurut pantauan Jurnas.com pada Selasa (29/9), sejumlah komentar yang dituliskan bahkan bernada tidak pantas, di antaranya menghina penduduk Vanuatu yang berkulit hitam dalam sebuah postingan yang berisi gambar anak-anak Vanuatu.
"NIGGA," tulis @ahnafan. Menurut Wikipedia per Selasa (29/9), Nigga adalah istilah berkonotasi negatif dalam konteks menghina untuk mendeskripsikan orang Afrika-Amerika atau orang kulit hitam secara umum.
Mengapa Nobar Film Pesta Babi Sering Dibubarkan? Ini Sederet Alasannya
20 Ucapan Hari Kebangkitan Nasional yang Penuh Makna
20 Ucapan Hari Buku Nasional yang Penuh Makna dan Inspiratif
"Oh, your country (negara, Red) miskin yah... Sampai pabrik baju aja gak ada," sambung @yayat.syarif.
"Children from HELL (Anak-anak dari neraka, Red)," balas @hufflepuff.vh.
"Nigga kont*l," tulis @tempeisreal.
"Hahaha look the young slaves (lihatlah anak muda para budak, Red)," kata @zhacky.
"Anak-anak anjing," ujar @vctorlibrty.
"Pake tipe x biar keliatan anjirrrr," balas @nandahdwurx.
"Hitam itu taik," tulis @chacha.peanuts.