Minggu, 06/09/2020 17:30 WIB
Teheran, Jurnas.com - Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Abbas Moghtadaei menuding dua calon Presiden Amerika Serikat (AS), sedang berusaha mendapatkan dukungan dari kelompok Zionis dalam pemilih presiden, dalam rangka menekan Iran.
"Republik Islam Iran selalu bertindak sesuai dengan hukum internasional, dan negara-negara barat tahu bahwa Iran telah memenuhi semua komitmennya di bawah JCPOA dan apa yang diklaim orang Amerika hari ini adalah permintaan yang jelas-jelas berlebihan," tegas Moghtadaei dikutip dari Mehr News pada Minggu (6/9).
Amerika secara praktis telah menarik diri dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada Mei 2018, dan tidak dapat mengklaim menggunakan Mekanisme Penyelesaian Sengketa (DRM) terhadap Iran seperti yang diperkirakan dalam kesepakatan tersebut.
"Klaim pemerintah AS bahkan tidak diindahkan oleh sekutu mereka, dan sejauh ini bersikeras bahwa mereka tidak mau bekerja sama dengan Amerika," ungkap Moghtadaei.
Bantah Klaim Donald Trump, Teheran Sebut Kesepakatan Perang Belum Final
Inggris, Australia, dan Kanada Kucurkan Dana Dukung Solusi Dua Negara
Analis Peringatkan Risiko jika AS Ngotot Rebut Pulau Kharg Iran
Lebih lanjut dia mengatakan, "Presiden AS Trump mencoba menggunakan masalah ini sebagai kejutan untuk memenangkan pemilihan, dan mengkompensasi keterbelakangannya pada lawannya pada pemilihan presiden yang akan datang."
Dia kemudian menunjuk situasi internal di Amerika Serikat dan peran Zionis dalam suasana politik domestik Amerika Serikat.
"Masing-masing partai Amerika dalam pemilu ini mencoba menggunakan isu oposisi terhadap Iran untuk melobi Zionis, memahami bahwa jika mereka menang, mereka akan melawan Iran, tetapi pendekatan ini tidak terlalu berguna di luar Amerika Serikat," tandas dia.
Keyword : Iran Amerika Serikat Zionis