Iran Tuding AS dan Uni Eropa Sembunyikan Teroris MKO

Minggu, 30/08/2020 15:05 WIB

Teheran, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri Iran mengecam Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa, karena menyembunyikan kelompok teroris Organisasi Mujahidin Khalq (MKO atau MEK), yang telah membunuh ribuan orang Iran.

Pernyataan itu dilontarkan dalam rangka memperingati Hari Perang Nasional Melawan Terorisme setiap 29 Agustus, dan mengenang kematian Presiden Mohammad Ali Rajaei, dan Perdana Menteri Mohammad Javad Bahonar pada 1981 silam.

"Meskipun membunuh 1000-an warga Iran dan berperang bersama Saddam, MEK dilindungi oleh AS dan UE," kata Kemlu Iran sebuah cuitan di Twitter dikutip dari Tasnim News.

Kala itu, sejumlah pejabat Iran bertemu di kantor Perdana Menteri Iran di Teheran dalam sebuah pertemuan Dewan Pertahanan Tertinggi. Tak lama kemudian bom meledak menghancurkan gedung.

Korban yang selamat mengatakan seorang ajudan, yang diidentifikasi sebagai Massoud Kashmiri, telah membawa tas kerja ke ruang konferensi dan kemudian pergi.

Investigasi selanjutnya mengungkapkan bahwa Kashmiri adalah seorang agen MKO, yang telah menyusup ke kantor perdana menteri saat itu dengan menyamar sebagai pejabat keamanan negara.

MKO telah melakukan banyak pembunuhan dan pemboman terhadap negarawan dan warga sipil Iran, sejak kemenangan Revolusi Islam Iran 1979. Anggotanya melarikan diri dari Iran pada 1986 ke Irak, untuk menikmati dukungan Saddam.

Dari hampir 17.000 orang Iran yang tewas dalam serangan teroris sejak Revolusi, sekitar 12.000 di antaranya telah menjadi korban tindakan teror MKO.

Namun anehnya, negara-negara besar Eropa, termasuk Prancis, juga telah menghapus MKO dari daftar hitam mereka.

TERKINI
Meski IHSG Menguat, Lima Saham Ini Terkoreksi Lima Saham Topang Penguatan Bursa Pekan ini Pekan Ini, IHSG Menguat 2,35 Persen Rekomendasi Warna Rumah yang Cocok untuk Daerah Panas