Selasa, 27/09/2016 15:12 WIB
Jakarta - Empat partai Golkar, PDIP, Hanura dan Nasdem telah memastikan sebagai pendukung cagub-cawagub Ahok-Djarot di Pilkada DKI 2017. Kendati demikian, keputusan partai tersebut tak sepenuhnya diterima para kadernya.
Sebagaimana yang terjadi di Golkar dan PDIP, perlawanan sejumlah kader untuk tidak mendukung Ahok-Djarot juga terjadi di Hanura. Sejumlah kader Hanura melawan pengurus pusat partainya memastikan tidak akan mendukung Ahok-Djarot.
Sekretaris DPC Hanura Jakarta Barat Rudy Silfa menegaskan dirinya lebih mendukung pasangan cagub-cawagub Agus Yudhoyono-Sylviana. Rudy menjelaskan bahwa sejumlah pengurus Hanura ditingkatan kecamatan juga banyak yang mengikuti pilihan politik dirinya.
"Sampai ke tingkat bawah pun ada banyak (tidak mendukung Ahok). Mulai dari anak cabang, kecamatan, sampai ke tingkat ranting dan kelurahan terpecah ke Agus dan Anies," ungkap Rudy.
OSO Resminkan Sekber GKSR, Usung Simbol Kepalan Tangan Bersatu
HUT ke-19, OSO Resmikan Kantor Baru DPP Hanura
Ketum Hanura Ajak Semua Pihak Perkuat Solidaritas Pascabencana Sumatera
Tidak hanya berafiiliasi pada Agus-Sylvi, sejumlah kader Hanura yang lain juga memilih mendukung pasangan cagub cawagub Anies-Sandiaga.
Rudy mengungkapkan dirinya merasa tidak puas jika mengikuti partainya memilih Ahok-Djarot. Ia berpandangan pasangan Ahok-djarot bertentangan dengan pilihan hati nuraninya. "Keputusan partai harus pilih incumbent, tapi ini hak individu," ucapnya.