Ini Modal Keluar dari Middle Income Trap

Rabu, 26/08/2020 14:05 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerangkan, prioritas Kabinet Indonesia Maju dalam lima tahun ke depan adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang dipadu dengan kelembagaan yang efisien. Ini modal untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Hal tersebut dikatakan Jokowi dalam acara `Peresmian Gedung Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro` secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/8/2020).

"Saya ingin mengingatkan bahwa prioritas kabinet Indonesia Maju dalam lima tahun ke depan adalah pengembangan SDM. Infrastrukturnya baik, SDM kuat, kelembagaan dan cara kerjanya efisien, itulah modal kita untuk bisa keluar dari middle income trap. Jebakan negara berpendapatan menengah. Dan akan bisa membawa kita menjadi negara maju," ujarnya.

Jokowi menuturkan, krisis kesehatan dan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi corona harus jadi momentum mengejar ketertinggalan, khususnya dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas.

"Krisis kesehatan dan ekonomi yang melanda dunia sekarang ini, yang juga masuk ke negara kita harus kita jadikan momentum, momentum untuk mengejar ketertinggalan, momentum selesaikan masalah fundamental yang kita miliki, dan momentum persiapkan dan laksanakan strategi besar terutama di bidang pengembangan SDM," tuturnya.

Jokowi berujar, di saat bonus demografi seperti saat ini yang mana angkatan usia kerja mendominasi proporsi penduduk Indonesia, maka harus pula disediakan peluang kerja sebanyak-banyaknya.

"Di saat puncak bonus demografi sekarang di mana usia kerja mendominasi proporsi penduduk Indonesia, artinya kita harus sediakan peluang kerja sebanyak-banyaknya," imbuhnya.

"Kita harus meningkatkan kapasitas SDM kita agar lebih produktif dan kompetitif, dan pendidikan vokasi tempati posisi penting dalam strategi pengembangan SDM kita," pungkasnya.

 

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya